Kembali ke MediaDunia Energi

Genjot Produksi Batu Bara Metalurgi, Borneo Prima Siap Pasok Pasar Baja Global

Penulis: Yurika 15 Oktober 2026 | 16:56 WIB
Genjot Produksi Batu Bara Metalurgi, Borneo Prima Siap Pasok Pasar Baja Global

Batu bara metalurgi merupakan bahan penting dalam produksi besi dan baja. Komoditas ini diolah menjadi kokas untuk membantu proses pembuatan besi di tanur tinggi, berbeda dari batu bara termal yang digunakan untuk pembangkit listrik.

Produksi baja mentah dunia mencapai sekitar 1,85 miliar ton pada 2025, dan sektor konstruksi menyumbang sekitar 52% dari penggunaan baja global. Permintaan industri baja, bersama keterbatasan pasokan di sejumlah negara produsen, menopang prospek batu bara metalurgi.

Indonesia memiliki sekitar 2,12 miliar ton sumber daya dan 490 juta ton cadangan batu bara metalurgi menurut data ESDM 2025. Borneo Prima mengembangkan tambang di Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan konsesi sekitar 15.000 hektare.

Pelaporan JORC 2026 yang dikutip artikel mencatat cadangan Borneo Prima sebesar 87,7 juta ton dan sumber daya sekitar 202 juta ton. Produknya memiliki kadar abu 4–8% dan fosfor di bawah 0,005%, karakteristik yang dapat mendukung proses coal blending.

Perusahaan mengoperasikan washing plant berkapasitas 1,5 juta ton dan merencanakan pemulihan air hingga 99%, tanpa pembuangan air limbah proses, serta dukungan tenaga surya hibrida. Dukungan IMR Group dan kedekatan Indonesia dengan pasar baja Asia turut menjadi bagian dari upaya memperluas pasokan dan pelanggan.

Baca artikel asli — Dunia Energi