Kembali ke MediaKontan

Mengukur Peluang Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Batu Bara Metalurgi Global

Penulis: Dina Mirayanti Hutauruk 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB
Mengukur Peluang Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Batu Bara Metalurgi Global

Batu bara metalurgi diolah menjadi kokas untuk pembuatan besi melalui tanur tinggi. Berbeda dari batu bara termal, batu bara metalurgi memiliki sifat coking yang diperlukan untuk proses tersebut.

Produksi baja mentah dunia mencapai sekitar 1,85 miliar ton pada 2025 dan sektor konstruksi menggunakan sekitar 52% baja global. Data WSA yang dikutip Kontan memproyeksikan permintaan baja naik dari 1,718 miliar ton pada 2025 menjadi 1,752 miliar ton pada 2027.

Data ESDM 2025 yang dikutip artikel mencatat sumber daya batu bara metalurgi Indonesia sekitar 2,12 miliar ton dan cadangan sekitar 490 juta ton. Borneo Prima mengoperasikan tambang di Murung Raya dengan konsesi sekitar 15.000 hektare.

Pelaporan JORC 2026 mencatat cadangan Borneo Prima sebesar 87,7 juta ton dan sumber daya sekitar 202 juta ton. Produknya memiliki kadar abu 4–8% dan fosfor di bawah 0,005%, dengan washing plant berkapasitas 1,5 juta ton untuk membantu menjaga konsistensi kualitas.

Borneo Prima juga menyampaikan rencana pemulihan air hingga 99%, zero effluent discharge, dan tenaga surya hibrida. Dukungan IMR Group, kedekatan dengan pasar Asia, peningkatan produksi bertahap, serta pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari arah pengembangan perusahaan.

Baca artikel asli — Kontan