Kembali ke MediaTopik.id

Sektor Konstruksi Topang Prospek Cerah Batu Bara Metalurgi

Penulis: Shapria Adias Bannar 15 Oktober 2026 | 18:52 WIB
Sektor Konstruksi Topang Prospek Cerah Batu Bara Metalurgi

Sektor konstruksi menyerap sekitar 52% penggunaan baja dunia. Produksi baja mentah global mencapai 1,85 miliar ton pada 2025, sementara permintaan baja diproyeksikan meningkat hingga 1,752 miliar ton pada 2027.

Batu bara metalurgi diolah menjadi kokas yang diperlukan dalam produksi besi menggunakan tanur tinggi. Artikel menjelaskan bahwa batu bara metalurgi dapat digunakan sebagai pengganti batu bara termal dalam kondisi tertentu, tetapi batu bara termal tidak dapat menggantikan sifat coking untuk produksi baja.

Indonesia memiliki sekitar 2,12 miliar ton sumber daya dan 490 juta ton cadangan batu bara metalurgi menurut data ESDM 2025. Borneo Prima mengembangkan tambang di Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan konsesi sekitar 15.000 hektare.

Pelaporan JORC 2026 mencatat 87,7 juta ton cadangan dan sekitar 202 juta ton sumber daya Borneo Prima. Produk dengan kadar abu 4–8% dan fosfor di bawah 0,005% digunakan untuk mendukung kebutuhan coal blending, sementara washing plant berkapasitas 1,5 juta ton membantu menjaga spesifikasi.

Artikel juga menyoroti rencana pemulihan air hingga 99%, tanpa pembuangan limbah cair proses, serta penggunaan tenaga surya hibrida. Jaringan IMR Group dan kedekatan dengan pasar China dan India memberi peluang perluasan pasar, dengan peningkatan produksi dan efisiensi sebagai fokus berikutnya.

Baca artikel asli — Topik.id